Pesugihan dan Ritual Gunung Kemukus

Posted on May 19, 2015 By

Gunung kemukus, gunung yang kondang karena pesugihan ritual seks nya ini berada di bagian selatan waduk kedung ombo, kabupaten Sragen. gunung kemukus merupakan kawasan dataran tinggi berupa bukit yang di atasnya terdapat makam pangeran yang konon dari kerajaan majapahit yakni Pangeran Samudro.

gunung kemukus

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak orang yang berkunjung ke gunung kemukus untuk mencari pesugihan dengan cara berhubungan intim dengan pasangan yang tidak sah.

Ritual mesum ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang ingin mencari jalan pintas untuk menjadi kaya akan tetapi dengan cara yang mudah dan tanpa tumbal. di gunung ini ratusan bahkan pada hari-hari yang dianggap baik pengunjung mencapai ribuan. mereka mencari pasangan mesum untuk menjalani ritual pesugihan tersebut.

Untuk mencapai tempat ritual pesugihan ini tidaklah sulit dari solo anda bisa naik kendaraan umum atau pribadi dan berhenti dibelawan, di sebelah kiri anda akan menemukan semacam gapura atau pintu gerbang bertuliskan “Daerah Wisata Gunung Kemukus” dari situ anda tinggal jalan kaki untuk menuju tempat penyeberangan dengan perahu.

Ritual pesugihan di gunung kemukus mengharuskan seseorang untuk berziarah dan melakukan hubungan seks dengan passangan yang tidak resmi sebanyak tujuh kali yang pada umumnya dilakukan pada malam jumat pon / kliwon.

Di Gunung kemukus terdapat kompleks makam yang terdiri dari 3 buah makam, sebuah makam besar dengan kelambu putih adalah makam Pangeran Samudro dan Ibunya, sementara dua makam lainnya adalah makam dua abdi setia pangeran samudro. di sebelah bangunan utama terdapat bangsal besar untuk para peziarah sekedar untuk beristirahat.

Pesugihan Gunung Kemukus ini berawal dari cerita rakyat yang kurang lebihnya seperti ini.

Pada zaman dahulu, ada seorang pangeran Muda dan Tampan dari kerajaan Majapahit bernama Pangeran Samudro, ada versi lain yang menyebutkan bukan dari kerajaan Majapahit akan tetapi dari kerajaan Pajang.

Alkisah, Pangeran Samudro jatuh cinta kepada Ibunda nya sendir yang bernama Dewi Ontrowulan, mereka pun menjalin cinta terlarang selama beberapa waktu sampai akhirnya Ayahanda dari pangeran Samudro mengetahui hubungan terlarang tersebut. sehingga Ayahanda nya Murka dan mengusir Pangeran Samudro dari Istana.

Dalam kenestapaan nya, Pangeran Samudro berkelana samapi akhirnya sampai di Gunung Kemukus dan menetap di sana, selang beberapa tahun Dewi Ontrowulan (Ibunda Pangeran Samudro) menyusul ke Gunung Kemukus untuk melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu, akan tetapi malang tak dapat ditolak, belum juga melakukan hubungan intim pasangan ibu dan anak tersebut dipergoki oleh masyarakat dan dirajam ramai-ramai hingga keduanya tewas. konon sebelum Pangeran Samudro tewas, Dia bersumpah dalam bahasa jawa yang kurang lebih artinya begini “Baiklah aku menyerah, akan tetapi aku bersumpah. Siapa yang melanjutkan dan meniru perbuatanku, dia akan menebus dosaku dan sebagai imbalan nya akan ku turuti semua permintaan nya”. Hal ini lah yang menjadi dasar ritual pesugihan seks di tempat tersebut.

Pesugihan